Kasus Fatal Dalam Budidaya Ikan Koi

Ikan koi, atau ikan mas pada umumnya, adalah jenis ikan hias yang berasal dari dua negara, yaitu Cina dan Jepang. Pada dasarnya, ikan hias jenis ini merupakan hasil dari berbagai jenis persilangan ikan mas dan gurame.

Ikan koi awalnya diperkenalkan oleh Jepang di seluruh dunia, di mana mereka suka merawat ikan koi. Dimana orang Jepang percaya bahwa ikan koi jenis ini dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang memilikinya.

Kasus Fatal Dalam Budidaya Ikan Koi

Bagi Anda yang tertarik atau ingin mencoba memelihara ikan koi tetapi tidak tahu lebih banyak tentang ikan jenis ini, jangan khawatir lagi sekarang, karena perawatan ikan koi tidak begitu membosankan.

Kali ini, sebelum kita membahas pilihan makanan dan juga jenis kolam untuk ikan koi, lebih baik untuk terlebih dahulu memeriksa bagaimana ikan koi secara alami berkualitas unggul sebagai ikan hias. Baca saja ulasan kami di bawah ini:

CARA MEMILIH IKAN KOI SEBAGAI IKAN ORNAMENTAL

Untuk koi hias, ikan koi harus di kolam atau bisa juga di akuarium besar. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih koi yang baik:

1. Untuk tahap awal, Anda dapat memilih koi berdasarkan bentuk tubuh dan pastikan Anda memilih ikan koi dengan postur yang ideal. Tubuh ikan koi khususnya dapat dilihat dari jumlah perbandingan, yaitu panjang dan tinggi ikan koi.

Ikan Koi juga memiliki tubuh ideal antara 1: 2 atau 1: 3. Dilihat dari atas, tubuh ikan Koi ini terlihat memanjang dan tidak terlalu gemuk.

2. Cobalah memilih ikan koi dengan punggung lurus atau tidak melengkung.

3. Ikan koi yang baik adalah jenis ikan koi yang memiliki gaya berenang dengan ciri khusus seimbang. Ini bisa terjadi karena ikan koi adalah ikan hias yang memiliki pasangan sirip yang seimbang antara kanan dan kiri, dan tidak hanya itu, ikan koi ini juga memiliki garis tubuh yang seimbang dan simetris.

4. Pilih ikan koi yang memiliki sirip dada dan sirip perut berukuran sama.

5. Memahami dan memperhatikan bentuk sirip pada ikan koi. Secara umum, ikan koi dengan karakteristik yang baik berukuran sirip punggung dan sirip ekor, yang begitu proporsional, seimbang dan, tentu saja, sesuai dengan panjang dan tinggi ikan koi

6. Bentuk kepala, yang meliputi mata, mulut dan insang, harus proporsional dan harmonis. Jangan memilih hidung koi yang terlalu tajam atau terlalu dalam untuk ditumpuk menjadi tumpukan daging.

7. Perhatikan juga hidung ikan koi. Usahakan untuk tidak terlalu terbuka. Ini bisa menjadi peringatan bagi Anda jika ikan koi memiliki penyakit, terutama penyakit insang.

Pada fase budidaya ikan Koi, masih ada orang yang tidak tahu apa yang dianggap benar, tetapi sebenarnya itu salah dan bisa berakibat fatal. Baiklah, kami akan memperkenalkan beberapa kesalahan terkait dengan budidaya ikan koi di bawah ini

Menguras Habis  air kolam

Sebagian besar terjadi karena mereka tidak ingin melihat air kolam yang terlihat bersih dan jernih segera. Oleh karena itu, diasumsikan bahwa orang menggunakan cara termudah. Ini sering terjadi dengan mengalirkan air kolam dengan bersih dan menggantinya dengan air baru. Mengubah air kolam, apalagi menggantikannya, adalah bahaya bagi keamanan ikan koi.

Ini adalah kesalahan perawatan Koi yang paling umum dilakukan oleh orang awam yang hanya mencoba membudidayakan ikan koi. Jika ini dilakukan, konsekuensinya bisa fatal. Mengapa demikian?

Karena dengan air baru dan selanjutnya mengisi ke dalam kolam, air di kolam tentu saja akan menyimpang dari air kolam yang ada sebelum kondisi, yang dalam hal ini merupakan faktor untuk kekerasan (pH), suhu air dan juga kandungan oksigen terlarut dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *